Kamis, 30 Oktober 2025

Sistem Saraf Simpatik dan Parasimpatik

Sistem Saraf Simpatik dan Parasimpatik

Pengantar Sistem Saraf Otonom

Sistem saraf otonom (SSO) merupakan bagian dari sistem saraf perifer yang bekerja tanpa disadari (involunter) untuk mengatur kerja organ vital seperti jantung, paru, lambung, dan kelenjar. Sistem ini menjaga homeostasis tubuh—keseimbangan antara keadaan siaga dan istirahat.

Sistem saraf otonom terdiri atas dua bagian utama:

  • Sistem saraf simpatik — aktif saat tubuh menghadapi stres atau ancaman (fight or flight).
  • Sistem saraf parasimpatik — aktif saat tubuh dalam kondisi tenang (rest and digest).
💡 Catatan: Kedua sistem ini bekerja secara antagonis, saling melengkapi untuk menjaga kestabilan fungsi tubuh.

1. Kondisi kerja dan fungsi umum

Sistem saraf simpatik aktif saat tubuh berada dalam keadaan stres atau menghadapi ancaman. Respon ini dikenal sebagai fight or flight (bertarung atau lari). Sebaliknya, sistem saraf parasimpatik bekerja saat tubuh rileks dan tenang, memicu respon rest and digest (istirahat dan cerna).

Contoh: saat kamu dikejar anjing, sistem simpatik membuat jantung berdebar, napas cepat, dan energi meningkat. Setelah bahaya berlalu, sistem parasimpatik mengembalikan tubuh ke keadaan tenang.

2. Mekanisme kerja sistem saraf simpatik

Dalam kondisi stres jangka pendek, sistem saraf simpatik memicu berbagai perubahan fisiologis agar tubuh siap menghadapi bahaya. Hipotalamus mengaktifkan kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon adrenalin dan noradrenalin, yang menyebabkan:

  • Pelebaran bronkus agar oksigen masuk lebih banyak.
  • Peningkatan kadar glukosa darah melalui pemecahan glikogen di hati.
  • Peningkatan denyut jantung dan aliran darah ke otot.
  • Penghambatan pencernaan agar energi difokuskan ke otot

Kombinasi efek ini meningkatkan respirasi seluler, menghasilkan energi (ATP) dalam waktu cepat, sehingga tubuh mampu berlari atau bertarung.

3. Mekanisme kerja sistem saraf parasimpatik

Setelah stres berakhir, sistem saraf parasimpatik mengambil alih melalui saraf kranial X (vagus). Sistem ini menurunkan aktivitas organ dan memulihkan kondisi tubuh.

  • Menyempitkan bronkus (kebalikan dari dilatasi simpatik).
  • Menurunkan denyut jantung dan tekanan darah.
  • Meningkatkan sekresi getah lambung dan getah usus.
  • Menstimulasi proses pencernaan dan penyerapan nutrisi.
Saat stres, nafsu makan biasanya menurun karena sistem simpatik menekan sekresi kelenjar pencernaan. Sebaliknya, ketika rileks, parasimpatik meningkatkan sekresi dan mempercepat pencernaan.

4. Pengaturan organ oleh sistem saraf simpatik dan parasimpatik

Berikut ini contoh kerja kedua sistem secara antagonis pada berbagai organ tubuh:

Organ / Sistem Saraf Simpatik (Fight or Flight) Saraf Parasimpatik (Rest and Digest)
Pupil mata Melebar (dilatasi) untuk memperbanyak cahaya masuk Mengecil (konstriksi) untuk melindungi retina
Kelenjar ludah Menghambat sekresi saliva Merangsang sekresi saliva
Bronkus paru-paru Melebar (relaksasi) agar udara masuk lebih banyak Menyempit (kontraksi) karena kebutuhan oksigen menurun
Jantung Meningkatkan denyut jantung Menurunkan denyut jantung
Lambung dan usus Menghambat peristaltik dan sekresi Merangsang peristaltik dan sekresi
Hati Merangsang pemecahan glikogen dan pelepasan glukosa Merangsang produksi empedu
Kandung kemih Menghambat kontraksi (menahan urin) Merangsang kontraksi (pengeluaran urin)
Kelenjar adrenal Merangsang pelepasan adrenalin dan noradrenalin Tidak berpengaruh langsung
Organ reproduksi Merangsang orgasme Membantu proses ereksi dan relaksasi otot polos

Gambar: Pengaruh sistem saraf simpatik (kiri) dan parasimpatik (kanan) terhadap organ tubuh (sumber: https://www.harapanrakyat.com/2022/05/perbedaan-sistem-saraf-simpatis-dan-parasimpatis/).

5. Hubungan dengan sistem Endokrin

Sistem saraf simpatik dan sistem endokrin bekerja bersama. Saat simpatik aktif, medula adrenal mengeluarkan adrenalin yang:

  • Meningkatkan denyut jantung
  • Menaikkan kadar glukosa darah
  • Memperkuat kontraksi otot

Hal ini menunjukkan bahwa stres emosional dapat memicu reaksi tubuh melalui kerja sama antara sistem saraf dan hormon.

Coba amati perubahan tubuhmu saat gugup sebelum tampil di depan kelas. Tuliskan organ mana saja yang terasa bekerja lebih cepat, dan jelaskan sistem saraf mana yang berperan.

📚 Referensi

  • Campbell Biology, 12th Edition (Reece et al., 2021)
  • Guyton & Hall Textbook of Medical Physiology, 14th Edition (Hall, 2021)
  • NIH: Autonomic Nervous System Overview (2024)
  • Harapan Rakyat (2022). “Perbedaan Sistem Saraf Simpatik dan Parasimpatik.”
  • Video: Alternatifa — Sistem Saraf Simpatik dan Parasimpatik (YouTube)

0 komentar:

Posting Komentar