Perhatikan gambar berikut!
Guru Asyik
Ngajarnya Asyik Belajar Makin Asyik.
Mentoring Diet Online Mrs.Ticha
Mentoring Diet Berbasis Hypnoteraphy.
SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog)
Kegiatan yang diprakarsai oleh IKatan Guru Indonesia dalam rangka meningkatkan keterampilan penguasaan teknologi guru berbasis blog.
Selasa, 01 September 2020
Pengantar Keanekaragaman Hayati
Minggu, 30 Agustus 2020
Sejarah Penemuan Mikroskop
Bagaimana Mikroskop Ditemukan?
Penemuan mikroskop bermula dari penemuan mikroskop oleh Zacharias Jansen dan Hans Jansens pada tahun 1590. Mikroskop pada kala itu mampu memperbesar obyek hingga 150 kali dari ukuran aslinya. Rancangan Jansen kemudian dikembangkan oleh Galileo yang kemudian menemukan mikroskop optik di tahun 1610.
Mikroskop terus berkembang, terlebih setelah seorang Antonie Van Leeuwenhoek mempopulerkan dan memproduksi mikroskop sederhana. Dia bukanlah seorang peneliti melainkan penjual kain yang membuat alat untuk membantu pelanggannya memastikan kain-kain yang dijualnya memiliki kualitas yang unggul. Namun demikian dia sangat tertarik pada dunia mikroskopik. 500 surat laporan sebagai hasil pengamatannya menggunakan mikroskop.Berikut ini adalah wujud dari microskop Leeuwenhoek:
Dengan menggunakan mikroskop ini dia dapat memperbesar bayangan benda hingga 200 kali. Leeuwenhoeklah yang menjadi orang pertama melakukan pengamatan terhadap setetes genangan air juga menemukan mikroorganisme yang kemudian disebutnya dengan animaculate (saat ini dikenal dengan protozoa), bahkan pada masa itu dia telah menemukan keberadaan bakteri.
Pengembangan mikroskop pun terus berlanjut, diantaranya adalah temuan Robert Hooke yang menumpuk lebih banyak lensa pada lempengan perak sehingga mencapai perbesaran yang lebih tinggi. Diapun menjadi orang pertama yang menemukan teori tentang sel. Wujud microskop Hooke adalah sebagai berikut:
Mikroskop Hooke telah menggunakan dua lensa untuk pengamatan, yakni satu lensa obyektif dan satu lagi lensa di dekat mata pengamat yang disebut eyepiece atau saat ini dikenal dengan lensa okuler. Konsep inilah yang kemudian berkembang menjadi mikroskop cahaya yang saat ini banyak digunakan di sekolah-sekolah. Mikroskop cahaya memiliki kemampuan perbesaran hingga 1000x dari ukuran aslinya dan mempunyai daya urai atau resolusi hingga 0,0002 mm.
Bahkan di tahun 1932 Ernst Ruska dan Max Knoll telah memulai pengembangan mikroskop elektron yang mampu memperbesar hingga 2 juta kali perbesaran dengan memanfaatakan elektron sebagai elemen yang berkarakter cahaya dan medan listrik/magnet sebagai lensa atau cerminnya dalam ruang hampa.
Minggu, 23 Agustus 2020
Pemijahan Ikan Lele
Proses Pemijahan
Pemijahan Alami
Pemijahan dengan Penyuntikan Hipofisa
Hipofisa atau hipofisis merupakan kelenjar yang berperan menstimulus hormon reproduksi. Penambahan hipofisa pada ikan berpotensi mempercepat pematangan gonad. Secara umum teknis pemijahannya tidak berbeda dengan pemijahan alami. Hanya pada pemijahan dengan penyuntikkan hipofisa diawali dengan pengambilan kelenjar hipofisa ikan lele lain sebagai pendonor, kemudian dilanjutkan dengan penyuntikkan ke lele target baik betina maupun jantan.
Caranya adalah dengan menyuntik bagian otot punggung lele dengan kemiringan 30 derajat-60 derajat sampai kedalaman 1,5-2,5 cm. Dilanjutkan dengan pengurutan pada punggung lele.
Pemberian hipofisis ini dapat mempercepat waktu pemijahan.
Perlakuan setelah penyuntikan sama dengan pemijahan alami.
Pemijahan dengan Penyuntikan Ovaprim
Pembuahan In Vitro
- tampung sperma yang dikeluarkan dari tubuh induk jantan dalam mangkuk
- stripping/urut perut indukan betina yang telah disuntik ovaprim 8-10 jam sebelumnya, lalu tampung telur pada mangkuk
- campurkan sel telur lele dengan spermanya sedikit sedikit, aduk dengan bulu ayam, encerkan menggunakan air bersih
- Setelah merata, campran dituangkan ke dalam kolam penetasan menggunakan bulu ayam
Pemilihan Induk Lele Untuk Pemijahan
Calon indukan dipelihara secara intensif mulai dari ukuran 5-10 cm. Secara umum calon indukan mestinya memenuhi persyaratan berikut:
- tidak cacat
- bebas penyakit
- bentuk tubuh baik
- geraknya lincah
- pertumbuhannya baik
Dalam laman Alam Tani pada artikel "Cara Pembenihan Lele" disampaikan bahwa lele indukan jantan berumur lebih dari 8 bulan dan betina minimal 1 tahun dengan berat minimal 0,5 kg. Indukan jantan dapat dikenali dengan ciri:
- tulang kepala yang nampak pipih
- perutnya ramping dan tidak lebih lebar dari punggung
- warnanya lebih gelap
- alat kelamin berupa taju
- proporsi tubuh tampak memanjang
- ekor lebih panjang dan lebar
- bergerak lincah
- tulang kepala cenderung cembung
- perut besar, lebih lebar dari punggung
- warna lebih cerah
- proporsi tubuh cenderung tampak pendek
- ekor lebih pendek dan sempit
- alat kelamin berbentuk bulat
- bergerak lebih lamban dibanding jantan
Tahapan Persiapan Media pada Budidaya Ikan Lele Segmen Pembenihan
Persiapan Kolam Lele
- Modal usaha, termasuk sumber dananya
- Kompetensi dan kualifikasi sumber daya manusia
- Keadaan geografis di lingkungan budidaya, termasuk jarak dengan sumber air
- Kemudahan akses kendaraan
- Jarak dengan pemukiman penduduk
Perlakuan khusus pada beberapa tipe kolam:
Kolam Tanah
Penggalian dilakukan hingga mengangkat lumpur hitam (bagian tanah yang mengandung amonia dan hdrogen sulfida) lalu diberi kapur dolomit untuk menyeimbangkan keasaman. Selain itu Pengapuran berperan dalam pemberantasan sumber-sumber penyakit.
Kolam Sintesis (terpal, serat,semen)
Diawali dengan pembersihan bahan kolam dengan menggunakan sabun, lalu dihilangkan bau dari bahan tersebut dengan cara dioles irisan daun pepaya atau singkong lalu dibiarkan 2 hari.
Pengisian air pada kolam tanah
Tinggi air untuk pembudidayaan lele berkisar antara 100-120 cm untuk memudahkan sinar matahari menembus kolam. Dengan demikian fitoplankton akan dapat berkembang subur.
Proses selanjutnya adalah penumbuhan plankton dengan tahapan sebagai berikut:
- menambahkan pupuk urea dengan dosis 8 gram per m3 dan kapur dolomit denngan dosis 200gr per m3 pada pagi hari
- bila menginginkan proses lebih cepat maka ditambah dengan pemberian probiotik/penumbuh plankton sebanyak 10 gram per m3.
- mengulang pemberian pupuk dan kapur hingga 3-5 hari
- Tanda kesiapan kolam adalah warna kolam menjadi hijau
Pengisian air pada kolam terpal
Tahapan Budidaya Pembenihan Ikan Lele
- ikan lele bertahan hidup pada kisaran suhu 20-28 derajat C
- sumber air bebas dari polutan dan mikroorganisme jahat
- kondisi perairan tenang dan terbuka
- persiapan media
- pemilihan induk
- pemijahan
- pemeliharaan larva
- pendederan
Sabtu, 22 Agustus 2020
Peluang Usaha Budidaya Lele
- Modal relatif kecil, bahkan dengan lahan dan sumber air terbatas sekalipun.
- Pemeliharaan cenderung lebih mudah dibandingkan ikan air tawar lainnya, dimana teknik budidayanya mudah dikuasai.
- Bobot pertumbuhannya baik, sebab memiliki konversi pakan yang baik.
- Perawatan relatif mudah, karena asalkan cukup pakan, lele akan tubuh besar dan sehat. Selain karena daya hidupnya tinggi, mudah berkembang biak, adaptif.
- Cash flow atau perputaran uang cepat karena cepat panen yakni sekitar 3 bulan sejak penebaran benih, hal ini didukung permintaan pasar yang tinggi.



















