Halo guys,
Berikut video yang berisi rangkuman ciri-ciri Fungi/Jamur,
Nantikan penjelasannya ada di bagian bawah ya...
Penjelasan, dalam vicon pembelajaran :
Ngajarnya Asyik Belajar Makin Asyik.
Mentoring Diet Berbasis Hypnoteraphy.
Kegiatan yang diprakarsai oleh IKatan Guru Indonesia dalam rangka meningkatkan keterampilan penguasaan teknologi guru berbasis blog.
Halo guys,
Berikut video yang berisi rangkuman ciri-ciri Fungi/Jamur,
Nantikan penjelasannya ada di bagian bawah ya...
Penjelasan, dalam vicon pembelajaran :
Strategi Pemasaran dan Promosi dalam Usaha Pembenihan Lele
Pengertian Pemasaran yang mudah dipahami salah satunya disampaikan oleh Tung Dasem Waringin yang dimuat di laman projasaweb.com menyebutkan bahwa pemasaran merupakan media komunikasi dalam mendapatkan nilai plus yang jauh lebih tinggi pada produk.
Dalam laman yang sama pemasaran disebutkan sebagai sebuah perencanaan yang didalamnya melibatkan pengelolaan jasa dan barang, penetapan harga, kegiatan promosi sekaligus distribusinya dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pemasaran sendiri meliputi:
1. Digital Marketing
2. Search Engine Optimization (SEO)
3. Search Engine Marketing (SEM)
4. World of Mouth Marketing
5. Call to Action (CTA)
6. Relationship Marketing
Penjelasan untuk masing-masing jenis pemasaran adalah sebagai berikut:
Digital marketing merupakan pemasaran yang mengunakan teknologi digital sebagai sarana/medianya, bisa melalui medsos, SEO, SEM, dll. SEO adalah salah satunya, yakni dengan melakukan sejumlah langkah optimasi agar websitenya ada pada peringkat teratas mesin pencarian. Sedangkan SEM apabila diwujudkan dalam bentuk iklan digital.
Cara manual yang ampuh yakni dengan world of mouth marketing yaitu review dari mulut ke mulut.
Call to action (CTA) berarti dengan menggunakan website untuk mengenalkan dan memasarkan produk.
Relationship marketing merupakan teknik pemasaran yang melibatkan keloyalan konsumen, sehingga lebih mudah mengenalkan produk baru.
Pemasaran sendiri memiliki beberapa fungsi, diantaranya:
- fungsi pertukaran
- fungsi ditribusi fisik
- fungsi perantara
Tujuannya yaitu
- mengenalkan produk
- mencapai target pejualan
- memastikan kepuasan konsumen
- menyusun strategi lanjutan
- bermitra
Intinya sekalipun produk yang dihasilkan bagus, seorang oengusaha tetap harus menyusun strategi pemasaran agar produknya laku terjual nantinya.
Strategi pemasaran dalam https://www.jurnal.id/id/blog/cara-efektif-memasarkan-bisnis-ikan-lele/ disebutkan ada 8 langkah.Langkah tersebut antara lain:
1. membuat kerja sama dengan pengusaha kuliner berbahan baku lele
2. menyuplai lele dipasar untuk memenuhi kkebutuhan padar
3. membangun kerjasama dengan restoran.
4. menjalin kerja sama dengan supermarket
5. membuka usaha sendiri
8. pasang iklan di internet atau media sosial.
![]() |
| Benih Lele |
![]() |
| Grader/alat grading |
Tahapan setelah Pemijahan Ikan Lele adalah Pemanenan Telur dan Penetasan Telur
Sebenarnya pada saat mempersiapkan kolam untuk pijah, sebaiknya pembudidaya sekaligus mempersiapkan kolam penetasan. Mengapa? Tujuannya adalah untuk mengurangi tingkat mortalitas pada larva lele baik karena keadaan abiotik kolam pijang yang kurang sesuai dengan kebutuhan larva juga karena ancaman dari induknya sendiri.
Kolam penetasan disarankan menggunakan akuarium. Pasalnya kolam yang langsung terkena sinar matahari dan hujan dapat menyebabkan kematian pada larva dikarenakan suhu tidak stabil.
Kolam penentasan diisi dengan air dengan ketinggian 20-30 cm, lalu diberi methylen blue.
Methylen blue merupakan bakterisida dan fungisida untuk akuarium, sehingga air untuk penetasan terjamin kesterilannya dari bibit penyakit.
Dosis yang dianjurkan untuk penggunaan methylen blue adalah 2mg/liter.
Kolam penetasan dilengkapi dengan dua alat penting:
1. aerator : untuk mengaerasi kolam/menambah jumlah oksigen terlarut.
2. water heater : untuk meningkatkan suhu air, sehingga tercipta kondisi ideal 24-26 derajat Celcius.
Telur ikan lele sendiri bersifat adesif/melekat kuat pada substrat, sehingga akan menempel pada kakaban yang disediakan pada kolam pijah.
Keesokkan hari setelah pemijahan telur-telur yang menempel pada kakaban tersebut diangkat dengan hati-hati untuk dipindahkan ke kolam penetasan.
Posisi kakaban disesuaikan agar rata dan memastikan telur-telur berada dibagian bawah dan terendam air.
Telur-telur yang berhasil dibuahi akan berwarna kuning cerah kecoklatan, selain itu pada permukaan kolam tampak seperti ada lapisan minyak. Sedangkan telur-telur yang gagal dibuahi akan berwarna putih.
Oleh karena itu telur-telur ini perlu dipindahkan segera agar tidak mengkontaminasi telur yang sehat.
Penetasan telur sendiri dapat terjadi 18-24 jam setelah pemijahan.
Untuk menjaga kualitas air selama menunggu penetasannya, air diberi sedikit aliran melalui aerasi menggunakan aerator.
Jika penetasan berhasil maka larva akan berkumpul di dasar kolam. Kakaban kemudian dipindahkan/diangkat.
Larva tetasan akan mulai menyebar setelah berumur 2 hari, sampai 3 hari pembudidaya tidak perlu memberi pakan sebab sumber makanan larva berasal dari kuning telurnya sendiri.
Pada hari keempat barulah pakan alami diberikan yaitu berupa cincangan cacing rambut/tubifex atau kutu air/daphnia. Frekuensi pemberian pakan adalah dua kali sehari pagi dan sore hari. Alasan pemberian pakan alami adalah menghindari penurunan kualitas air akibat sisa pakan buatan yang mengendap.
Untuk mempertahankan kehidupan larva ini pembudidaya harus rajin mengganti air yakni setiap 2-3 hari sekali, dengan teknik penyiponan.
Teknik ini menggunakan selang yang diisap lalu diarahkan ke dasar kolam untuk membersihkan kotoran di dasar kolam tersebut. Air yang diganti kurang lebih 50-70%.
Proses pemeliharaan ini berlangsung 7-10 hari hingga larva siap dipanen sebagai benih ukuran 1-1,5 cm.
Referensi:
https://suksesmina.wordpress.com/2013/02/08/5-menit-memahami-pembenihan-lele-dumbo/
http://www.bibitikan.net/cara-pemeliharaan-telur-dan-larva-ikan-lele/
https://kabartani.com/langkah-perawatan-larva-ikan-lele-dari-penetasan.html
https://www.dunia-perairan.com/2018/09/tahapan-perawatan-dan-penetasan-telur.html
http://www.alamikan.com/2012/05/metil-biru-methylene-blue.html