Guru Asyik

Ngajarnya Asyik Belajar Makin Asyik.

Mentoring Diet Online Mrs.Ticha

Mentoring Diet Berbasis Hypnoteraphy.

SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog)

Kegiatan yang diprakarsai oleh IKatan Guru Indonesia dalam rangka meningkatkan keterampilan penguasaan teknologi guru berbasis blog.

Senin, 19 Oktober 2020

Pendederan Lele

Tiga minggu setelah penetasan telur, larva lele telah tumbuh menjadi benih-benih lele berukuran 1-2 cm.
Benih Lele

Benih-benih ini pun siap untuk memasuki tahap pendederan. Pendederan merupakan proses pemeliharaan benih hasil "penetasan telur-pemeliharaan larva" hingga mencapai ukuran tertentu yang siap untuk ditebar di kolam pembesaran.

Tahap pendederan sangat krusial dalam Pembenihan, karena bertujuan untuk membiasakan benih lele dengan makanan dan lingkungannya. Selain itu juga dimanfaatkan untuk sekaligus menggolong-golongkan benih lele berdasarkan kualitas dari kecepatan pertumbuhannya.

Tempat yang dipergunakan untuk pendederan diatur kondisi lingkungannya dalam rangka menekan mortalitas/kematian dari benih lelenya. Pasalnya benih-benih ini masih sangat rentan terhadap serangan hama.

Pendederan meliputi dua segmen, yaitu
  1. segmen satu /tahap pertama : pemeliharaan benih 1-3 cm selama 2-3 minggu sehingga mencapai ukuran 3-5 cm
  2. segmen dua / tahap kedua : pemeliharaan benih 3-5 cm selama 30 hari sehingga mencapai ukuran 8-12 cm
Adapun tahapan-tahapan pendederan adalah sebagai berikut:
1. Persiapan Kolam Pendederan
  • kolam disarankan tidak terlalu luas untuk mempermudah pengontrolan
  • luas kolam yang bisa digunakan 2x3 m2 atau 3x4 m2
  • kedalaman kolam 0,75 cm - 1 m
  • dilengkapi kamalir (cerukan kecil yang lebih dalam dibanding lainnya untuk menampung panenan benih)
  • jika menggunakan kolam tembok atau tanah gunakan jaring halus agar benih tidak bisa melintasi saluran air
  • disarankan menggunakan kolam jaring
  • keringkan kolam untuk membunuh bibit penyakitnya
  • tambahkan pupuk berupa kotoran ayam kurang lebih 200-300 gram/m2, selain itu juga pupuk TSP dan urea 10 gram/m2 untuk menyuburkan kolam tanah
  • tambahkan pula 25-30 gram/m2 kapur dolomit untuk menaikkan tingkat keasaman tanah dan membantu membunuh bibit penyakit
  • isi air dengan kedalaman 40-50 cm agar benih dapat mengambil oksigen dengan baik
  • biarkan kolam selama seminggu dengan tujuan menumbuhkan pakan alami
2. Penebaran atau Pelepasan benih
  • pastikan menebar benih 1-3cm / umur 3 minggu dengan kepadatan yang sesuai yaitu 500-700 ekor/m2
  • lakukan pada pagi atau sore untuk menghindari stress benih
  • masukkan benih dalam wadah penuh air kolam
  • masukkan wadah ke kolam pendederan, lalu miringkan untuk melepas benih ( air wadah menyatu dengan air kolam)
3. Pemeliharaan Benih
    Untuk memelihara benih ada tiga hal utama yang diperhatikan yaitu
  1. pakan : Pakan diberikan tiga kali dalam sehari, dalam bentuk tepung pelet. tepung pelet yang digunakan memiliki kadar 40%. tidak boleh memberi pakan berlebihan karena bila tidak habis membuat sisa pelet menumpuk dan membentuk amonia yang beracun bagi ikan/
  2. kualitas air : menggunakan air mengalir sistem paralon dengan debit kecil.
  3. hama dan penyakit : pencegahan hama seperti belut , katak, kadal dan ular dengan menggunakan anyaman bambu untuk menutup kolam, serta menjaga kualitas dan kuantitas air untuk mencegah penyakit yaitu dengan menjaga pH air.
4. Pemanenan Segmen 1
  • dilakukan 2-3 mingggu setelah ukuran menjadi 3-5 cm
  • waktu yang paling baik adalah pagi atau sore
  • kolam dikeringkan hingga menyisakan air di kamalir
  • benih diambil dengan sair
  • tingkat mortalitasnya sekitar 25-30 % dari jumalh yang ditebar
  • cara menyeleksi bibitnya menggunakan grader (saringan dengan diameter tertentu) ukuran 3-5 cm.- benih grade a yang dipanen dalam waktu 18 hari
Grader/alat grading


  • benih grade b yang dipanen 21 hari
  • sisanya benih grade c
5. Pendederan Tahap Kedua
  • langkah-langkahnya sama dengan pendederan tahap satu hanya saja kepadatannya menjadi 250-300 ekor/m2
  • lama waktu pemeliharaan 30 hari
  • benih hasil segmen 2 berukuran 8-12 cm
Referensi :
http://carapetunjukbudidaya.blogspot.com/2013/06/budidaya-ikan-lele-pendederan.html
https://www.daquagrotechno.org/cara-pendederan-benih-ikan-lele/
https://empangqq.com/2015/03/02/cara-ternak-lele-mulai-dari-pendederan-sampai-pembesaran/
https://alamtani.com/pembenihan-ikan-lele/
x

Senin, 05 Oktober 2020

Pemanenan dan Penetasan Telur Lele / Persiapan Pembenihan

Pemanenan dan Penetasan Telur Lele

Tahapan setelah Pemijahan Ikan Lele adalah Pemanenan Telur dan Penetasan Telur

Sebenarnya pada saat mempersiapkan kolam untuk pijah, sebaiknya pembudidaya sekaligus mempersiapkan kolam penetasan. Mengapa? Tujuannya adalah untuk mengurangi tingkat mortalitas pada larva lele baik karena keadaan abiotik kolam pijang yang kurang sesuai dengan kebutuhan larva juga karena ancaman dari induknya sendiri. 

Kolam penetasan disarankan menggunakan akuarium. Pasalnya kolam yang langsung terkena sinar matahari dan hujan dapat menyebabkan kematian pada larva dikarenakan suhu tidak stabil.

Kolam penentasan diisi dengan air dengan ketinggian 20-30 cm, lalu diberi methylen blue. 


Methylen blue merupakan bakterisida dan fungisida untuk akuarium, sehingga air untuk penetasan terjamin kesterilannya dari bibit penyakit.

Dosis yang dianjurkan untuk penggunaan methylen blue adalah 2mg/liter. 

Kolam penetasan dilengkapi dengan dua alat penting:

1. aerator : untuk mengaerasi kolam/menambah jumlah oksigen terlarut.

2. water heater : untuk meningkatkan suhu air, sehingga tercipta kondisi ideal 24-26 derajat Celcius.


Telur ikan lele sendiri bersifat adesif/melekat kuat pada substrat, sehingga akan menempel pada kakaban yang disediakan pada kolam pijah. 

Keesokkan hari setelah pemijahan telur-telur yang menempel pada kakaban tersebut diangkat dengan hati-hati untuk dipindahkan ke kolam penetasan.

Posisi kakaban disesuaikan agar rata dan memastikan telur-telur berada dibagian bawah dan terendam air.

Telur-telur yang berhasil dibuahi akan berwarna kuning cerah kecoklatan, selain itu pada permukaan kolam tampak seperti ada lapisan minyak. Sedangkan telur-telur yang gagal dibuahi akan berwarna putih.

Oleh karena itu telur-telur ini perlu dipindahkan segera agar tidak mengkontaminasi telur yang sehat.

Penetasan telur sendiri dapat terjadi 18-24 jam setelah pemijahan.

Perawatan Telur

Untuk menjaga kualitas air selama menunggu penetasannya, air diberi sedikit aliran melalui aerasi menggunakan aerator. 

Jika penetasan berhasil maka larva akan berkumpul di dasar kolam. Kakaban kemudian dipindahkan/diangkat.

Larva tetasan akan mulai menyebar setelah berumur 2 hari, sampai 3 hari pembudidaya tidak perlu memberi pakan sebab sumber makanan larva berasal dari kuning telurnya sendiri.

Pada hari keempat barulah pakan alami diberikan yaitu berupa cincangan cacing rambut/tubifex atau kutu air/daphnia. Frekuensi pemberian pakan adalah dua kali sehari pagi dan sore hari. Alasan pemberian pakan alami adalah menghindari penurunan kualitas air akibat sisa pakan buatan yang mengendap.

Untuk mempertahankan kehidupan larva ini pembudidaya harus rajin mengganti air yakni setiap 2-3 hari sekali, dengan teknik penyiponan. 

Teknik ini menggunakan selang yang diisap lalu diarahkan ke dasar kolam untuk membersihkan kotoran di dasar kolam tersebut. Air yang diganti kurang lebih 50-70%.

Proses pemeliharaan ini berlangsung 7-10 hari hingga larva siap dipanen sebagai benih ukuran 1-1,5 cm.

Referensi:

https://suksesmina.wordpress.com/2013/02/08/5-menit-memahami-pembenihan-lele-dumbo/

http://www.bibitikan.net/cara-pemeliharaan-telur-dan-larva-ikan-lele/

https://kabartani.com/langkah-perawatan-larva-ikan-lele-dari-penetasan.html

https://www.dunia-perairan.com/2018/09/tahapan-perawatan-dan-penetasan-telur.html

http://www.alamikan.com/2012/05/metil-biru-methylene-blue.html


Selasa, 29 September 2020

Sejarah Penemuan Virus

Virus


Makhluk yang satu ini tidak lagi asing bagi kita. Pandemi COVID-19 telah membuat kita cukup mengenalnya. Berbagai media telah membahasnya dengan lengkap. Setiap hari hingga hari ini update jumlah kasus, pasien yang sembuh, atau bahkan pasien yang meninggal, menghias timeline. 

Ya, virus, si makhluk super imut atau bisa dibilang super mini punya kemampuan infeksi yang luar biasa, hingga dapat menyebabkan kematian.

Yuk pelajari bersama!

Virus merupakan parasit obligat intraseluler yang bersifat infektisius.

Virus tidak memiliki ciri kehidupan, virus tidak melakukan metabolisme, dia tidak tumbuh dan berkembang.

Namun virus dapat menggunakan inangnya untuk mereplikasi dirinya.

Virus merupakan organisme dengan dua fase, yaitu

a. fase virion/tidak hidup

b. fase dalam sel yang terinfeksi/hidup

Sejarah Penemuan Virus

Penemuan mikroskop oleh Antony van Leeuwenhoek membuka jendela dunia mikroorganisme. Dikenalah bakteri yang kemudian dinyakini sebagai sumber dari berbagai penyakit pada masa itu. 

Tidak terkecuali ketika mewabahnya penyakit pada tembakau di akhir abad 18, di mana tembakau merupakan komoditas ekonomi.

Tembakau Sakit

Dalam laman Science Direct tercatat Adolph Mayer (Direktur Percobaan Pertanian di Wageningen, Belanda) melakukan penelitian terhadap penyakit itu pada tahun 1879. Penyakit ini kemudian disebutnya dengan Tobacco Mosaic Disease karena penyakit ini menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan menyebabkan munculnya bercak-bercak kuning pada daun tembakau. Mayer menemukan bahwa getah tembakau yang sakit dapat menularkan penyakit tersebut pada tanaman tembakau lainnya. Dia menyimpulkan bahwa penyakit ini disebabkan oleh bakteri.

Chamberland

Pengetahuan tentang penyakit ini terus berkembang, setelah penelitian yang dilakukan Dimitri Ivanovsky antara tahun 1887-1890. Pada masa itu telah ditemukan chamberland yakni filter porselen dengan memiliki pori-pori halus yang tidak dapat dilewati bakteri. Ivanovsky membuat ekstrak dari daun tembakau sakit lalu menyaringnya menggunakan chamberland, filtratnya kemudian disemprotkan pada tanaman tembakau sehat dan hasilnya tanaman tembakaunya menjadi sakit, maka dia menduga bahwa penyebab penyakit mozaik adalah mikroorganisme yang lebih kecil dibandingkan bakteri atau zat kimia (racun) yang dihasilkan oleh organisme tersebut. Muncul istilah virus, virus berasal dari bahasa Latin yang berarti racun.


Penelitian tentang penyakit mosaik kemudian dilanjutkan Martinus Beijerink, dia yang menduga bahwa penyebab penyakit mosaik ini adalah bakteri sehingga mencoba membiakkan penyebab penyakit ini dalam media tumbuh bakteri bernutrisi, namun hasilnya mikroorganisme ini tidak dapat tumbuh pada media tersebut. Selain itu usahanya menonaktifkan mikroorganisme dengan alkohol juga tidak membuahkan hasil, sehingga dia menyimpulkan bahwa penyebab penyakit mosaik bukan bakteri. Dia juga membuktikan bahwa penyebab penyakit mosaik bukan zat kimia/racun setelah menemukan bahwa daya infeksi dari satu tanaman sakit ke tanaman sakit berikutnya tidak berkurang. Hal tersebut berarti penyebab penyakit mosaik ini dapat berkembang biak dalam sel hidup.


Istilah yang diberikan yaitu contagium vivum fluidium artinya cairan penyebab penyakit yang kemudian disebut virus.

Penampakan Tobaco Mosaik Virus dengan mikroskop elektron

Pada tahun 1935, Wendell Meredisth Stanley menemukan bahwa penyebab penyakit mosaik bukan cairan, tapi merupakan partikel yang dapat dikristalkan, namun bersifat hidup ketika mendapatkan sel inang. Dia kemudian menyebutnya sebagai Tobaco Mosaic Virus (TMV)

struktur TMV



Sumber referensi:

Sejarah Penemuan Virus Pertama Kali.https://www.microbeholic.com/2020/04/sejarah-penemuan-virus-pertama-kali.html diakses pada 21 September 2020.

Tobacco Mosaic Virus.https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/tobacco-mosaic-virus. diakses pada 21 September 2020.

Biologi Kelas 10 : Sejarah Penemuan Virus. https://www.youtube.com/watch?v=hzY07E-r5TM&list=PLpr6lhaptptl8udC9U6e8puWxUYNex69k&index=2.diakses pada 21 September 2020.

Senin, 14 September 2020

SIMULASI PTS Mapel PKWU Kelas XI Tahun 2020

 

Simulasi Penilaian Tengah Semester 1 Mata Pelajaran PKWu, meliputi penilaian materi:

  1. Pengenalan Lele
  2. Jenis-jenis Lele
  3. Peluang Usaha Budidaya Lele
  4. Tahapan Budidaya Segmen Pembenihan Lele
  5. Tahapan Persiapan Media pada Budidaya Ikan Lele Segmen Pembenihan
  6. Pemilihan Induk Lele Untuk Pemijahan
  7. Pemijahan Ikan Lele
Adapun materi-materi yang dapat dijadikan bahan belajar bisa klik link di atas.




Jika membutuhkan diskusi soal bisa komentar di bawah, atau melalui grup telegram Mapel PKWU.
Terima kasih....
Semoga bermanfaat...

Sabtu, 12 September 2020

SIMULASI PTS GANJIL KELAS X MAPEL BIOLOGI TAHUN 2020

Simulasi Penilaian Tengah Semester 1 Mata Pelajaran Biologi, meliputi penilaian materi:

  1. Ruang Lingkup Biologi
  2. Keanekaragaman Hayati
  3. Prinsip-prinsip Klasifikasi Makhluk Hidup,
Adapun materi-materi yang dapat dijadikan bahan belajar bisa klik link berikut
Link soal akan terus dibuka, jadi bisa dicoba berulang kali.
Pembahasan soal akan dirilis mulai Senin, 14 September 2020 di chanel Youtube Mrs. Ticha, jangan lupa subcribe dan tekan tombol loncengnya untuk mendapatkan pemberitahuannya.

Berikut adalah soal simulasinya:
Selamat mengerjakan

Minggu, 06 September 2020

KLADOGRAM

Sistem klasifikasi modern telah mengaitkan persamaan dan perbedaan makhluk hidup dan mengarahkannya untuk menunjukkan filogeni. Kelompok-kelompok makhluk hidup yang terbentuk untuk menggambarkan hubungan kekerabatan atau filogeni disebut dengan klade. Klade mencakup sekelompok makhluk hidup yang melingkupi leluhur serta keturunannya juga. Dasarnya disebut kladistika, dimana persamaan dan perbedaan ciri dibandingkan untuk menentukan hubungan filogeni/leluhur  dengan keturunannya. wujud akhirnya menyerupai pohon bercabang dan sering disebut dengan pohon filogeni atau kladogram.

Pohon filogeni merupakan diagram bercabang yang menggambarkan hubungan evolusi nenek moyang beserta keturunannya. Bagian akarnya mewakili nenek moyangnya, sedang ujung filogeni menggambarkan organisme keturunannya. 

Kladogram juga menunjukan kesamaan evolusi antar spesies dan hubungan antar spesiesnya. 

Cabang biologi yang mengupas mengenai kesamaan evolusi antar spesies adalah filogenetik. 

Adapun jenis-jenis kladogram ada tiga, yaitu:

  1. monofiletik
  2. parafiletik
  3. polifiletik

Ketiganya berbeda pada unsur-unsurnya.

Monofiletik mencakup leluhur beserta keturunannya; parafiletik meliputi leluhur dengan beberapa keturunan saja ; sedangkan polifiletik melingkupi segala macam organisme tanpa nenek moyang yang sama.

Berikut Gambaran Struktur Kladogram





Prinsip-prinsip Dasar Klasifikasi dan Perkembangan Sistem Klasifikasi

                                 

Pada pembelajaran sebelumnya, yaitu tentang keanekaragaman hayati, Kalian telah mempelajari bahwa bumi kita ditempati oleh jutaan jenis makhluk hidup. Setiap jenis makhluk hidup memiliki karakteristiknya masing-masing.
Saat ini kita dengan mudah dapat mengenalinya tidak lain karena jasa para peneliti pada masa itu yang melakukan upaya klasifikasi hingga kemudian melakukan penamaan secara ilmiah.

Apa itu klasifikasi? Klasifikasi merupakan upaya pengelompokkan makhluk hidup dengan dasar-dasar tertentu. Untuk apa? Ya, seperti yang sudah dituliskan sebelumnya tujuannya untuk mempermudah kita mengenali makhluk hidup.

Apakah hanya itu manfaatnya?
Yuk renungi bersama!
Perhatikan gambar berikut

sumber : https://pxhere.com/

Apa yang akan terjadi jika keadaan seperti gambar di atas diberlakukan di kebun binatang?

Ya... tentu bisa terjadi peristiwa makan dan dimakan antara mangsa dengan pemangsanya, bukannya menjadi tempat rekreasi malah menjadi arena perburuan dari si pemangsa.

Artinya pengelompokkan/pengklasifikasian juga membantu kita menentukan perlakuan terhadap makhluk hidup tersebut. Mengapa? karena tujuan dari klasifikasi itu sendiri di antaranya:
1. mempermudah dalam mempelajari makhluk hidup
2. membedakan antara satu dengan yang lainnya
3. menyederhanakan obyek studi
4. mengetahui hubungan kekerabatan antara satu dengan yang lainnya.
5. memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya

Nah, bagaimana sekarang?
sudah lebih paham tentang pentingnya klasifikasi ya?
Oh ya,
produk/hasil dari klasifikasi adalah kelompok makhluk hidup.

Kita lanjutkan ya Guys,
setelah memahami pentingnya klasifikasi, maka selanjutnya kita harus tahu bagaimana prinsip-prinsip dari klasifikasi.

Klasifikasi dibedakan menjadi 3 cara

1. Sistem Klasifikasi Alami

Pada dasarnya sistem alami mengklasifikasikan atau mengelompokkan makhluk hidup didahului dengan pengamatan terhadap ciri fisik/morfologisnya, kemudian makhluk hidup dengan kesamaan ciri akan dijadikan satu kelompok. Misalnya:

Perhatikan data berikut:

  • Kucing
  • Ayam
  • Kelinci
  • Sapi
  • Kuda
  • Bebek

Dengan menggunakan sistem klasifikasi alami kita dapat mengelompokkan hewan dalam data tersebut berdasarkan jumlah kaki misalnya. Hasilnya:

  1. Kelompok hewan berkaki dua: Ayam dan Bebek
  2. Kelompok hewan berkaki empat : kucing, kelinci, sapi, kuda


Klasifikasi Sistem Buatan

Berbeda dengan sistem alami yang hanya menggunakan persamaan morfologi sebagai dasar, klasifikasi sistem buatan menggunakan dasar persamaan dan perbedaan ciri struktur tubuh luar maupun struktur tubuh bagian dalam. Kesamaan struktur dalam umumnya mengakibatkan adanya kesamaan kegunaannya. Sehingga beberapa referensi juga menyebutkan sistem buatan ini mengunakan tujuan praktis seperti kegunaan sebagai dasar.

Misalnya:

  • bayam
  • wortel
  • kangkung
  • padi
  • gandum

Berdasarkan data tersebut, kita dapat mengklasifikasikannya menjadi

  1. Kelompok bahan pokok adalah padi dan gandum
  2. Kelompok sayuran adalah bayam, wortel, kangkung.


Sistem ini telah diprakarsai oleh Carolus Linnaeus yang mengklasifikasikan makhluk hidup didasarkan pada persamaan dan perbedaan struktur. Kelompok-kelompok hasil klasifikasi disusun bertingkat. Tingkatan kelompok makhluk hidup disebut dengan "takson". Susunan hirearki takson adalah sebagai berikut:

  • Kingdom
  • Filum/Divisio
  • Kelas
  • Ordo
  • famili
  • Genus
  • Spesies
Tingkatan Takson

 

Semakin tinggi tinggi tingkatan taksonnya maka semakin sedikit persamaannya, anggotanya semakin banyak.

Semakin rendah tingkatan taksonnya maka semakin banyak persamaan, namun semakin sedikit anggotanya.

3. Sistem klasifikasi Modern

Sistem klasifikasi terus berkembang. Dimulai oleh Charles Darwin sistem klasifikasi modern didasari jauh dekatnya hubungan kekerabatan antar takson yang sekaligus menggambarkan perkembangan makhluk hidup (filogenik).

Semakin dekat kekerabatannya berarti semakin banyak persamaannya baik struktur dalam, maupun struktur luar, bahkan fisiologisnya. Dasar ini diperkuat dengan biokimia perbandingan, dan genetika modern (diuji kesamaan DNAnya).

Perkembangan Sistem Klasifikasi

1. Sistem Klasifikasi Dua Kingdom

Sistem klasifikasi ini diperkenalkan oleh Aristoteles, dan diajukan juga oleh taksonomi Linnaeus. Makhluk hidup dibagi hanya menjadi dua kingdom, yaitu Kingdom Plantae dan Kingdom Animalia. Kingdom Plantae beranggotakan seluruh tumbuhan, sedangkan Kingdom Animalia meliputi seluruh hewan. Dasarnya tumbuhan tidak bergerak secara aktif dan bersifat autotrof, sedangkan hewan dapat bergerak aktif dan bersifat heterotrof.

2. Sistem Klasifikasi Tiga Kingdom

Kelemahan dari sistem klasifikasi dua kingdom diantaranya tidak mempertimbangkan struktur selnya, sehingga tidak mewakili makhluk hidup yang bersifat uniseluler.
Ernst Haeckel di tahun 1866 mengajukan sistem klasifikasi 3 kingdom, sehingga makhluk hidup dibagi menjadi:
  1. Protista
  2. Plantae
  3. Animalia
Protista mewakili organisme yang bukan hewan dan tumbuhan, dengan ciri khasnya uniseluler.

3. Sistem Klasifikasi 4 Kingdom

Penemuan mikroskop elektron menguak dunia mikroskopik dalam sel. Hasil pengamatan menunjukkan ada organisme-organisme yang tidak memiliki membran inti dan ada pula yang memiliki membran inti. Hal ini membuat makhluk hidup secara umum dibedakan menjadi kelompok prokariotik (yang tidak punya membran inti) dan eukariotik (yang mempunyai membran inti). Kelompok makhluk hidup prokariotik dimasukkan dalam kingdom Monera anggotanya adalah bakteri, sehingga 4 kingdom makhluk hidup menjadi:
  1. Monera
  2. Protista
  3. Plantae
  4. Animalia

4.Sistem Klasifikasi 5 Kingdom

Sistem 5 kingdom muncul atas usulan Robert H. Whittaker. Dalam sistem klasifikasi ini jamur yang sebelumnya dimasukkan dalam Kingdom Plantae kemudian menjadi kingdom sendiri yakni Kingdom Plantae. Alasannya karena fungi tidak mampu berfotosistesis, selain itu dinding sel pada fungi tersusun atas kitin (berbeda dengan dinding sel tumbuhan:selulosa). Sehingga pembagian makhluk hidup menjadi
  1. Monera
  2. Protista
  3. Fungi
  4. Animalia
  5. Plantae

5. Sistem Klasifikasi 6 Kingdom

Carl Woose mengajukan pembagian Monera menjadi Archae bacteria dan Eubacteria pada tahun 1977, berdasar penambahan domain yang dia cetuskan (domain archae,domain bacteria,dan domain eukarya).
Sehingga terdapat 6 kingdom makhluk hidup:
  1. Archaebacteria
  2. Eubacteria
  3. Protista
  4. Fungi
  5. Plantae
  6. Animalia

6. Sistem 2 Domain dengan 7 Kingdom

Sistem klasifikasi terus berkembang, Thomas Cavalier berbeda pendapat dengan Carl Woose sebab dia hanya membagi makhluk hidup ke dalam 2 domain, yakni Prokarya dengan Eukarya. Domai Prokarya meliputi bakteri dan archae, sedangkan domain eukarya meliputi protozoa, chromista, fungi, plantae, dan hewan.
Pada sistem klasifikasi 7 kingdom, Protista dipecah menjadi dua kingdom:
  • protozoa mewakili makhluk hidup uniseluler yang memiliki ciri seperti hewan (bergerak aktif dan heterotrof)
  • chromista mewakili semua uniseluler ataupun multiseluler sederhana yang memiliki kloroplas sehingga bersifat autotrof.
Berikut ini adalah gambaran dari 2 domain dengan 7 kingdom:

2 Domain 7 Kingdom


Sumber Referensi:
https://blog.ruangguru.com/apa-saja-prinsip-dan-dasar-klasifikasi-mahkluk-hidup diakses pada Minggu, 7 September 2020
https://www.matain.id/article/2019/0609/mengenal-taksonomi-klasifikasi-organisme-yang-terus-berkembang.html diakses pada Minggu, 7 September 2020
https://budisma.net/2019/10/apa-yang-dimaksud-dengan-klasifikasi-modern.html diakses pada Minggu, 7 September 2020
https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/perkembangan-sistem-klasifikasi-6747/diakses pada Minggu, 7 September 2020